Penarikan Mahasiswa KKN UMK 2013 Dalam Talkshow

Acara Talkshow yang disiarkan dan dipandu Mbak Iin dari stasiun TVRI dan dihadiri oleh Mantan Menko Kesra selaku Ketua Yayasan Damandiri Prof. Dr. Haryono Suyono, MA., Ph.D dan Rektor UMK Prof. Dr. dr. Sarjadi, Sp.PA, serta Bupati Jepara KH. Ahmad Marzuqi, SE, Sabtu (21/12/2013) di Pendopo Kabupaten Jepara berlangsung meriah.

Ir. Shodiq Eko Ariyanto, MP dalam sambutannya selaku Ka. LPM UMK menyampaikan KKN Tematik Posdaya yang telah dilakukan di Jepara telah membentuk sebanyak 101 Posdaya yang tersebar di Kecamatan Mayong dan Nalumsari.

KKN Tematik Posdaya tahun ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, dimana mahasiswa UMK yang “ber-KKN” bertugas melakukan pendampingan ke masyarakat dalam melaksanakan dan mewujudkan 4 pilar (Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup).

Rektor UMK juga menambahkan perlu adanya dukungan dari berbagai pihak terutama dari Pemerintah Kabupaten Jepara supaya beberapa tahun kedepan percepatan perbaikan kehidupan masyarakat Jepara bisa lebih baik.

“Pemerintah Daerah melalui SKPD terkait harus bisa “nguri-uri” posdaya yang telah terbentuk sebagai percontohan (role-model) untuk bisa membentuk posdaya-posdaya lainnya yang ada di Kabupaten Jepara, dan hal tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah sehingga target Adipura Kencana dan MDGs 2015 untuk Kabupaten Jepara dapat tercapai,” tegas Marzuqi.

“Saya memberikan dorongan, dan doa serta ucapan terima kasih kepada mahasiswa UMK sehingga nuril ilmi akan selalu terlimpah kepada mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muria Kudus,” tambah Marzuqi.

Sebelum acara talkshow dimulai, dilakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan Yayasan Damandiri; penandatanganan MoU antara Yayasan Damandiri dengan Universitas Muria Kudus tentang Program Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Masyarakat melalui KKN Tematik Posdaya; serta Pembacaan Deklarasi Penumbuhan Posdaya Jepara oleh Bupati Jepara.

Dalam talkshow tersebut Haryono Suyono juga memberikan surprise kepada Ahmad Marzuqi. “Bantuan bibit rumput laut yang rencana semula hanya akan diberikan 10 ton bibit rumput laut, ditambah 15 ton. Sehingga total 25 ton bibit rumput laut yang akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara,” jelas Haryono Suyono.

Rumput laut tersebut memiliki banyak manfaatnya, antara lain untuk bahan konsumsi, bahan kosmetik, hingga bahan produksi pasta gigi. Area yang ditanami rumput laut bisa dimanfaatkan untuk ternak bandeng dan udang, imbuh Haryono Suyono.

Sehingga, menurut Haryono Suyono, posdaya perlu dibentuk di desa dan di daerah pesisir laut dengan menggerakkan kader-kader PKK yang ada di pesisir.

Menariknya, dalam talkshow tersebut Haryono Suyono melakukan interview secara langsung untuk mengetahui sejauhmana kesiapan penerimaan bantuan tersebut. Mulai dari Rektor UMK, Ka. LPM, Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas, Ketua SKPD terkait, Ketua PKK, bahkan sampai Kepala Desa pun tak luput dari sasaran interview nya.

Harapannya Kabupaten Jepara akan menjadi daerah percontohan penanaman pemberdayaan rumput laut.

Acara talkshow diselingi dan dimeriahkan oleh penampilan Tari Merak dari anak-anak SDLB penyandang tunarungu, beberapa lagu keroncong dibawakan oleh anak-anak SMP Negeri Jepara.

Bahkan Bupati Jepara pun tidak ketinggalan, beliau ikut menyemarakkan acara tersebut dengan menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa”. Dipenghujung acara, acara ditutup dengan suara merdu dari anak-anak SDLB penyandang tunanetra.

***

Jepara, 2013.12.21