Dilarang Narsis di Kompasiana

Hari ini saya mendapat surat cinta dari Admin Kompasiana. Teman-teman yang lain mungkin sudah banyak mendapat surat cinta dari admin ya? Surat cinta ini merupakan surat cinta yang kedua dari admin untuk saya.

Tetapi yang pasti dengan adanya surat cinta ini menunjukkan bahwa Kompasiana masih perhatian sama K-er nya.

Masih ingat dalam pikiran saya, meskipun tanpa harus membuka kembali surat pertama tersebut. Surat yang memberikan arti pelajaran yang berharga bahwa saya harus menghargai hasil karya orang lain dengan mencantumkan sumbernya. Baik itu berupa tulisan maupun foto.

Pada artikel perdana yang ter-publish di Kompasiana, foto langsung saya tampilkan tanpa menyebutkan sumber. Walhasil, tak berselang berapa lama foto tersebut pun langsung di delete oleh sang admin seraya melayangkan surat cintanya.

Meskipun dalam hati dan pikiran, masih terbersit ingin meng-upload foto tersebut sekali lagi (tentunya dengan mencantumkan sumber foto pada postingan tersebut). Akan tetapi, dalam term di Kompasiana melarang melakukan editing pada artikel yang sudah ter-publish. Maka artikel pertama saya biarkan apa adanya tanpa dilengkapi foto sama sekali.

Tepat hari ini (Rabu, 27/08/2014) artikel baru selesai terpublish. Namun, tak berselang lama akhirnya mendapat surat cinta dari admin. Tidak hanya mendapat surat cinta, ternyata artikel pun ikut terhapus.

Surat cinta tersebut memberikan makna bahwa artikel yang saya publish mengandung muatan iklan/promosi, termasuk mengarahkan pembaca untuk mengunjungi situs web lain.

Waduh… apakah ini menyalahi term yang ada di Kompasiana ya? Akhirnya saya baca lagi dech term tersebut. Dan akhirnya ta da… Ketemu! Ternyata saya sudah menyalahi term pada nomor 2 point (g) dan (h)!!!

Wela dalah…. berarti selama ini apa yang saya lakukan kurang tepat alias keliru ya. Karena disetiap akhir dari artikel yang saya publish di Kompasiana bisa dipastikan selalu saya cantumkan link atau tautan menuju ke web atau blog pribadi.

Ya, meskipun maksud hati bukan untuk promosi. Hanya ingin memberikan informasi kepada pembaca bahwa artikel saya di Kompasiana juga saya publish di web atau blog pribadi.

Sungguh beruntung jumlah artikel yang ada di Kompasiana baru berjumlah 12 artikel. Sehingga, dengan ijin admin seluruh artikel tersebut saya hapus link atau tautan ke web atau blog pribadi.

Bagaimana kalau seperti miliknya teman-teman K-ers ¬†artikelnya yang sudah berlapis-lapis. Berapa lapis? ratusan…

Bisa-bisa begadang semalam suntuk nich menyaingi Ki Dalang Manteb Sudarsono untuk menghapus tautan atau link tersebut.

Setelah membalas surat cinta tersebut disertai dengan permohonan maaf dan permintaan kepada admin untuk dapat dikembalikan (di-publish) artikel tersebut dan akan melakukan update terhadap isinya sehingga tidak berisi tautan atau link. Hingga akhirnya artikel tersebut dapat terpublis kembali. Makasih ya bang admin.

Setidak-tidaknya ini menjadi pelajaran bagi kita semua (wa bil khusus saya sendiri), untuk membaca term yang ada di Kompasiana. Meskipun begitu saya masih setia kog belajar membaca dan menulis melalui Kompasiana. Seperti “Biographical Info” saya di Kompasiana.

***

Kudus, 2014.08.27